BISIKINFO LEBAK – Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi Partai Golkar, Muammar Adi Prasetya, menyoroti gangguan distribusi air bersih PDAM di Kecamatan Bayah yang sempat membuat warga kesulitan mendapatkan air. Ia meminta pengelola PDAM mengevaluasi pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sorotan tersebut disampaikan Muammar melalui interupsi dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Lebak. Ia meneruskan aspirasi masyarakat, khususnya warga Desa Bayah Barat dan sekitarnya, yang terdampak gangguan pasokan air bersih selama beberapa hari.
Menurut Muammar, gangguan tersebut diduga berkaitan dengan kerusakan pompa intake. Kendala penanganan dan ketersediaan pompa pengganti disebut menjadi faktor yang menyebabkan distribusi air terhenti hingga sekitar tiga sampai lima hari.
Akibat kondisi itu, sebagian warga terpaksa kembali memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.
Muammar meminta PDAM Tirta Kalimaya Lebak melakukan evaluasi terhadap kesiapan peralatan, sistem penanganan kerusakan, serta langkah antisipasi agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap terjaga.
“Harus ada evaluasi supaya ketika terjadi kerusakan, penanganannya bisa lebih cepat dan masyarakat tidak terlalu lama mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” demikian inti aspirasi yang disampaikannya dalam forum paripurna.
Kebutuhan Air Sekolah Rakyat Ikut Disorot
Selain gangguan pelayanan di Bayah, Muammar juga menyoroti kebutuhan air bersih untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di wilayah Lebak Selatan.
Menurutnya, ketersediaan air bersih perlu menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait agar kebutuhan fasilitas pendidikan tersebut dapat terpenuhi dengan baik.
Menanggapi persoalan itu, Direktur Utama PDAM Tirta Kalimaya Lebak, Ni’matullah, memastikan gangguan pompa intake di Bayah telah ditangani pada Selasa malam dan pelayanan kembali normal.
“Alhamdulillah, sudah ditangani Selasa malam. Sekarang sudah kembali normal,” ujar Ni’matullah.
Namun, ia menjelaskan bahwa rencana distribusi air PDAM untuk Sekolah Rakyat di Kecamatan Malingping masih dalam tahap perencanaan dan belum direalisasikan.
PDAM menyatakan akan mengupayakan langkah yang diperlukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi fasilitas tersebut.
Muammar berharap persoalan pelayanan air bersih mendapat perhatian serius agar masyarakat tidak kembali mengalami gangguan serupa. Ia juga mendorong adanya langkah konkret untuk memastikan kebutuhan air bersih bagi fasilitas pendidikan dapat dipenuhi.
Dengan adanya klarifikasi PDAM dan sorotan DPRD tersebut, tindak lanjut terhadap keandalan distribusi air serta realisasi rencana pasokan untuk Sekolah Rakyat menjadi hal yang perlu terus dipantau. (*)