23 September 2026
Infokata
Daerah Breaking

Gangguan Jiwa Ancam Usia Produktif, 926 Kasus Tercatat di Lebak

A
Ade Supardi
· 13 Aug 2026, 12:32 WIB · Diperbarui 22 Sep 2026, 17:59 WIB · 11 tayangan
Bagikan: WhatsApp Facebook
Gangguan Jiwa Ancam Usia Produktif, 926 Kasus Tercatat di Lebak
Gambar Ilustrasi ODGJ

BISIKINFO LEBAK – Setidaknya, 926 warga mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak. Salahsatu penyebabnya, sebagian besar karena pengaruh ekonomi. 

Kepala Dinkes Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang cukup dominan memicu gangguan kesehatan jiwa. Selain itu, faktor lingkungan, perceraian hingga persoalan asmara juga turut memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.

“Banyak penyebab, mulai dari faktor ekonomi, lingkungan sekitar, sampai bencana sosial seperti perceraian, hingga ditinggal menikah. Ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Eka, Kamis (13/8/2026).

Eka menyebut, sebagian besar ODGJ di Lebak berada pada rentang usia produktif, yakni 15 hingga 59 tahun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena gangguan kesehatan jiwa pada usia produktif dapat berdampak terhadap kehidupan keluarga, pekerjaan, hingga pembangunan daerah.

Untuk menekan angka kasus, Dinkes Lebak melakukan sejumlah upaya pencegahan dan penanganan. Di antaranya edukasi kesehatan jiwa di sekolah, pemberdayaan kader desa untuk melakukan deteksi dini, pemantauan kepatuhan minum obat melalui kunjungan petugas Puskesmas, serta penyediaan obat dasar.

Sementara bagi pasien dengan kondisi berat, Dinkes Lebak berkolaborasi dengan Dinkes Provinsi Banten untuk menghadirkan dokter spesialis kejiwaan serta melakukan rujukan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Eka juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun mengucilkan warga yang mengalami gangguan jiwa.

Menurutnya, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pasien.

“Gangguan jiwa itu penyakit medis yang bisa diobati dan sembuh terkontrol. Jangan dikucilkan, tapi dampingi,” pungkasnya.

Sumber: Bisikinfo
A

Ditulis oleh

Ade Supardi

Komentar (0)

Masuk untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!