BISIKINFO LEBAK – Kabupaten Lebak segera memiliki pusat pemasaran khusus produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kuliner khas daerah.
Keraton UMKM Lebak Ruhay yang berada di Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, disiapkan sebagai ruang promosi sekaligus pemasaran produk unggulan masyarakat.
Bangunan empat lantai tersebut kini masih dalam tahap penyelesaian sejumlah lapak yang nantinya akan ditempati pelaku usaha.
Pengelola menargetkan pusat UMKM itu menjadi salah satu destinasi belanja produk lokal, terutama bagi masyarakat dan wisatawan yang datang ke Rangkasbitung.
Pemilik Keraton UMKM Lebak Ruhay, Salim, mengatakan pembangunan pusat UMKM tersebut berangkat dari keinginan menyediakan tempat yang representatif bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pemasaran.
“Saya berinisiatif membangun pasar khusus UMKM dan kuliner. Tujuan utamanya bagaimana para pelaku usaha di Kabupaten Lebak bisa lebih maju lagi,” kata Salim saat ditemui di lokasi pembangunan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, lantai pertama dan ketiga akan digunakan untuk lapak UMKM, lantai kedua untuk konter usaha, sedangkan lantai keempat diperuntukkan bagi pusat kuliner.
Lokasi tersebut dipilih karena berada di Jalan Sunan Kalijaga dan relatif dekat dengan Stasiun Rangkasbitung. Posisi strategis itu diharapkan dapat menangkap potensi kunjungan masyarakat maupun wisatawan yang masuk ke Lebak melalui jalur kereta api.
“Setiap Jumat sampai Sabtu cukup banyak wisatawan, bahkan turis asing yang turun dari Stasiun Rangkasbitung. Saya berharap mereka bisa singgah ke sini untuk membeli produk-produk khas Lebak,” ujarnya.
Sejumlah produk lokal akan menjadi prioritas pemasaran, di antaranya gula aren, madu, batik Lebak, dodol, kue lapis, makanan olahan, oleh-oleh, hingga berbagai kerajinan tangan.
Berbeda dengan pasar tradisional, Keraton UMKM Lebak Ruhay tidak memprioritaskan perdagangan kebutuhan pangan segar seperti sayur-mayur, daging, dan ikan. Konsepnya diarahkan pada produk UMKM, kuliner, makanan olahan, oleh-oleh, serta produk kemasan.
Pusat UMKM tersebut dibangun di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi. Kehadirannya diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Lebak.
“Harapan saya sederhana, bagaimana UMKM di Lebak bisa lebih maju, lebih kreatif, dan mampu bersaing. Kalau UMKM berkembang, ekonomi masyarakat juga akan ikut tumbuh,” pungkas Salim. (adv)